Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Bagaimana kebiasaan itu terbentuk?

Minggu, 08 Maret 2015


Seekor gajah dilatih dengan mengambilnya sejak ia masih sangat muda dan merantai salah satu kaki belakangnya pada sebuah patok besar yang ditancapkan di tanah. Secara naluri, ia ingin mencabut tiang tersebut. Tetapi karena tubuhnya masih kecil dan relatif lemah, ia tidak mampu melakukannya.
Setiap kali gajah kecil itu mencoba menarik patok itu dari tanah, sebuah sel saraf (atau sel otak) di kepalanya menyala dan terhubung dengan sel saraf yang lain, dan sebuah pikiran/kesimpulan dasar “aku tidak bisa” terbentuk -dalam hal ini, “aku tidak bisa menarik patok ini dari tanah!”
Ketika proses ini terjadi untuk pertama kalinya, “pikiran” tersebut hampir-hampir dipaksa untuk memicu terjadinya hubungan antar sel-sel otak.
Namun, ketika gajah itu mencoba mencabut pancang dari tanah untuk kedua kalinya, dan sel saraf itu menyala, lintasan samar-samar yang telah tercipta membuat hubungan antar sel menjadi lebih mudah.
Akibatnya, semakin keras upaya gajah tersebut, semakin kuat pula hubungan yang terbentuk, sampai kemudian jalan setapak itu berubah menjadi jalan, dan kemudian menjadi jalan dua arah.
Akhirnya, tiba saatnya ketika hubungan antar sel-sel saraf itu hampir mirip dengan jalan tol; sekarang ia menjadi jalan yang hampir-hampir bebas hambatan dan menjadi kebiasaan dan keyakinan yang dikondisikan.
Ketika si gajah sudah tumbuh dewasa dan mampu mencabut sebatang pohon, ia dicegah agar tidak berjalan-jalan hanya dengan mengikatnya dengan sepotong rantai biasa yang dikaitkan ke sebuah patok kecil di atas tanah. Hanya itu yang dibutuhkan karena gajah tersebut sudah dikondisikan untuk percaya bahwa ia tidak dapat mencabut patok itu dari tanah.
(reference: Life Mapping, Brian Mayne & Sangeeta Mayne, Penerbit Kaifa, 2005)
Read more ...

Kekuatan Indera Manusia

Minggu, 08 Maret 2015
Berapa macam bau yang mampu anda kenal dengan alat penciuman anda? Jawabnya ialah: Jika anda tidak merokok, anda akan mampu membedakan sekitar dua ribu bau – bauan yang berbeda. Kemampuan itu hanyalah setengah dari kemampuan yang dapat dilakukan oleh orang biasa pada waktu seratus tahun yang lalu.
Menurut Prof. Wilhem Neuhaus, manusia telah merusak ketajaman penciumannya, sehingga berada dibawah kemampuan hewan yang paling primitif sekalipun. Anjing pelacak polisi mampu mencium bau – bauan yang jaraknya jauh dan ketajamannya sejuta kali ketajaman manusia. Seorang yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan bau–bauan akan dapat mengembangkan penciuman sedemikian rupa, sehingga sulit dipercaya. Misalnya seorang ahli kimia pembuat parfum, dapat membedakan dengan cepat lima ribu macam bau – bauan. Dan menurut para ahli, orang yang penciumannya paling peka didunia, dapat membedakan dua belas ribu bau – bauan. Mengapa kita tak dapat melakukannya?
Potensi dari daya pencium kita adalah 120 kali lebih sensitive dari alat perasa kita. Ukuran hidung tak ada hubungannya sama sekali dengan kepekaan daya penciuman kita. Karena bagian yang menonjol dari hidung, seperti lubang hidung, samasekali tak mampu mencium apa – apa. Penciuman dilakukan oleh hidung bagian dalam yang terletak dibelakang mata,diatas dinding mulut.
Molekul bau – bauan dalam bentuk gas yang berjalan, meski dalam udara yang diam sekalipun, masuk kedalam bagian sel penciuman yang menimbulkan suatu reaksi kimia. Tidak seperti mata dan telinga, yang mampu memberikan respons pada getaran tertentu dan jarak getar yang tepat. Menurut suatu teori, makin bertambah tua kita, makin berkuranglah ketajaman alat penciuman kita.Anak yang berumur enam tahun mampu membedakan bau – bauan dua kali lebih banyak dari pada yang dapat dilakukan oleh orang berumur 36 tahun. Karena anak kecil sangat senang mencium bau – bauan yang ada disekitarnya.
Seorang ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan mengatakan, bahwa dengan hanya mempunyai keinginan untuk mencium bau – bauan yang ada di sekeliling kita, kita dapat memperbaiki ketajaman penciuman kita sampai dua puluh lima persen.
Di suatu laboratorium parfum di Perancis bekerjalah Paul Eymelin yang penciumannya paling sensitive di dunia. Dia mampu membedakan sebanyak 12 ribu macam bau – bauan, dan dapat mengetahui bau parfum yang paling eksklusif sekalipun. Ahli parfum Inggris mempunyai ketajaman yang luar biasa lagi. Dia dapat mengenal bau parfum wanita yang duduk tiga baris dibagian depan pada pertunjukan konser. Seorang ahli parfum lainnya juga mampu menduga makanan utama apa yang terdapat dalam menu di suatu restoran, ketika dia membuka pintu restoran.
Para ahli Universitas Milan mengatakan, bahwa “rasa” bau diakibatkan adanya molekul yang tak nampak mendarat pada rambut halus dalam hidung. Rambut itu kemudian mencengkram molekul tadi selanjutnya terjadilah proses bau.
Makanan yang baunya sama, akan mempunyai rasa yang sama pula. Hal ini dapat Anda buktikan: cobalah ambil seiris kentang dan seiris apel. Tutuplah mata dan hidung Anda, kemudian makanlah. Anda tak akan dapat membedakan mana yang kentang dan mana yang apel.
Baru – baru ini perusahaan internasional dalam hal pencampuran makanan, mencoba memproduksi kopi. Warnanya seperti kopi, rasanya juga seperti kopi, tetapi baunya tidak seperti kopi. Penelitian yang dilakukan terhadap seribu orang wanita, ternyata hampir secara serempak menolak produksi itu.
Dr. Gustav Morler dari departemen kesehatan Munich University berkata, “Itulah sebabnya, jika anda meminum secangkir teh dan mengharapkan mempunyai rasa kopi, akan terasa enak. Sebab anda mencicipi kopi sebelum benar – benar lidah anda merasakannya.”
Contoh lain misalnya penelitian yang dilakukan oleh perusahaan minuman yang memberikan minuman berwarna seperti “strawberry” kepada beberapa orang. Setelah mereka minum dan kepadanya ditanyakan, apa yang ia minum, tanpa ragu-ragu mereka menjawab: “strawberry”, padahal yang mereka minum adalah “lemon squash”.
Kita manusia memiliki serat-serat perasa yang lebih sedikit dari hampir semua binatang. Manusia mempunyai “serat perasa” sebanyak 10 ribu buah, sedangkan sapi mempunyai 25 ribu buah.
Daya rasa kupu–kupu dua ratus kali lebih tajam dari perasa kita, burung 450 kali dan ikan 500 kali, dan lebih mampu mengenal rasa sesuatu paling sedikit 20 kali lebih cepat dari yang dapat dilakukan oleh manusia, misalnya ada empat rasa yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Kita dapat merasakan suatu bagian kinine pada dua juta bagian air. Kita hanya membutuhkan waktu rata rata 0,307 detik untuk membedakan rasa asin, 0,446 detik untuk merasakan rasa manis, 0,536 detik untuk asam dan 1,083 detik untuk merasakan pahit. Padahal perasaan kita tetang pahit adalah paling tajam dari makhluk-makhluk lainnya.
Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh London Hospital School of psychology, kelezatan suatu makanan tergantung pada atau dipengaruhi oleh warna makanan itu.
Di suatu ruang perjamuan lampu penerangannya dibuat sedemikian rupa, sehingga makanan yang tersedia berubah warnanya: ungu untuk warna daging, sop menjadi hitam, dan warna kentang menjadi hijau. Akibatnya tak satu pun dari tamu-tamu yang diundang makan dapat menghabiskan makanan yang dijamukan. Beberapa orang hanya bisa makan dua sendok saja, padahal masakan yang disediakan itu adalah istimewa. Begitu penerangan dinormalkan kembali, selera makan para tamu segera bertambah melihat makanan itu.
Cobalah lebih banyak mendengarAkhirnya kita akan mencoba mengetahui kekuatan kita dalam mendengar. Seorang bernama william dikatakan hampir mendekati jenius, karena ia dapat hapal nama, alamat dan susu yang dipesan oleh para langganan sebanyak tiga ribu orang tanpa melihat daftar langganan.
Sebenarnya William tidak mempunyai pendengaran yang luar biasa. Dia hanya menanyakan apa yang diinginkan para langganan dan mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan para langganan itu. Dengan demikian, dia termasuk di antara 25 persen penduduk elite yang mampu mendengarkan apa yang sebenarnya dia dengar.
Kebanyakan kita kurang dari 50 persen dapat mengingat apa yang telah dikatakan orang lain sesudah 20 detik pembicaraan selesai. Sepuluh menit kemudian masih untung kalau kita mampu mengingat 30 persen dari percakapan yang kita dengar tadi. Ini berarti dari 18 juta perkataan yang kita dengar pertahun, 12 juta begitu masuk telinga kiri, begitu keluar telinga kanan. Hal ini bukan berarti kita tuli, melainkan karena kita telah banyak berbicara daripada mendengar.
Sebenarnya mendengarkan itu tidak semudah seperti dugaan kita. Kebanyakan kita beranggapan, bahwa mendengarkan itu adalah suatu kegiatan yang sangat pasif, padahal merupakan suatu proses yang keaktifannya tinggi.
Seorang psikolog mengatakan, “Paling sedikit empat puluh persen dari pertengkaran-pertengkaran yang terjadi, di rumah maupun di sekolah, ditimbulkan karena salah dengar.”
Kita terlalu banyak melihat daripada mendengarkan. Nama dan informasi-informasi yang penting sering dilupakan, karena kita terlalu terhimbau oleh tampang orang yang memberikan informasi itu. Sering kita merasa yakin tentang apa yang dikatakan oleh pembicara, sehingga kita mendengarkan sepintas saja. Pikiran kita berpacu sepuluh kali lebih cepat daripada apa yang dapat kita ucapkan. Pada saat kita sedang menanti kata yang akan diucapkan orang, otak kita telah berada bermil-mil jauhnya.
“Mendengarkan adalah suatu seni,” kata seorang konsultan Auren Uris. “Dan itu dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang, sama halnya seperti pembicaraan, jika kita gunakan dengan cara yang jitu.”
Sukses diplomatik Mr. Robertson waktu membicarakan masalah perdamaian dengan presiden Korea Selatan Syngman Rhee untuk mengakhiri peperangan dengan Korea Utara puluhan tahun yang lampau adalah “mendengarkan baik–baik apa yang dikatakan oleh Rhee dengan penuh perhatian.” Para anggota parlemen terkejut sewaktu Rhee bagaikan mendadak menjadi lunak dan menyatakan bersedia membicarakan perdamaian di Korea Utara. Dia sadar, bahwa dia sedang menghadapi orang yang luar biasa, yaitu orang yang bersedia mendengar!
Presiden Lyndon Jhonson di kantornya di Gedung Putih menggantungkan kata-kata begini: “Janganlah Anda belajar sesuatu ketika sedang bercakap-cakap!”
Kita perlu sejak dini lebih banyak mendengar. Cobalah! Anda akan lihat sendiri hasilnya.
Read more ...

Penggunaan Huruf Kapital dengan Benar

Rabu, 04 Maret 2015
Halo para newsreader, untuk anak kelas 9 yang mau UN khususnya yang pada bingung tentang bagaimana huruf kapital itu digunakan, nah ini infonya, READ MORE !


Berikut adalah pedoman penulisan tanda baca sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang relevan untuk Wikipedia.
1.Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Misalnya:
Dia membaca buku.
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.
3.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya:
IslamQuran
KristenAlkitab
HinduWeda
Allah
Yang Mahakuasa
Yang Maha Pengasih
Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.

Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
4.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.


Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim

b.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.


Misalnya:
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
Pada tahun ini dia pergi naik haji.
Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.
5.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.


Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
Gubernur Jawa Tengah

b.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya.


Misalnya:
Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
Sidang itu dipimpin Presiden.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

c.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.


Misalnya:
Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu?
Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal.
Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.
6.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang.


Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Wage Rudolf Supratman
Halim Perdanakusumah
Ampere


Catatan:

(1)Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da(dalam nama Portugal).


Misalnya:
J.J de Hollander
J.P. van Bruggen
H. van der Giessen
Otto von Bismarck
Vasco da Gama

(2)Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.


Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini
Ibrahim bin Adham
Siti Fatimah binti Salim
Zaitun binti Zainal

b.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.


Misalnya:
pascal secondPas
J/K atau JK-1joule per Kelvin
NNewton

c.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.


Misalnya:
mesin diesel
10 volt
5 ampere
7.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.


Misalnya:
bangsa Eskimo
suku Sunda
bahasa Indonesia

b.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan.


Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kejawa-jawaan
8.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.


Misalnya:
tahun Hijriahtarikh Masehi
bulan Agustusbulan Maulid
hari Jumathari Galungan
hari Lebaranhari Natal

b.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama peristiwa sejarah.


Misalnya:
Perang Candu
Perang Dunia I
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

c.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.


Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
9.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.


Misalnya:
BanyuwangiAsia Tenggara
CirebonAmerika Serikat
EropaJawa Barat

b.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi.


Misalnya:
Bukit BarisanDanau Toba
Dataran Tinggi DiengGunung Semeru
Jalan DiponegoroJazirah Arab
Ngarai SianokLembah Baliem
Selat LombokPegunungan Jayawijaya
Sungai MusiTanjung Harapan
Teluk BenggalaTerusan Suez

c.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.


Misalnya:
ukiran Jeparapempek Palembang
tari Melayusarung Mandar
asinan Bogorsate Mak Ajad

d.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.


Misalnya:
berlayar ke telukmandi di sungai
menyeberangi selatberenang di danau

e.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.


Misalnya:
nangka belanda
kunci inggris
harimau sumatera
petai cina
pisang ambon
10.a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.


Misalnya:


Republik Indonesia
Departemen Keuangan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

b.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.


Misalnya:
beberapa badan hukum
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
menjadi sebuah republik
menurut undang-undang yang berlaku


Catatan:
Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.


Misalnya:
Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah.
Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu.
Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.
11.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.

Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan
12.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".
13.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.

Misalnya:
Dr.doktor
S.E.sarjana ekonomi
S.H.sarjana hukum
S.S.sarjana sastra
S.Kp.sarjana keperawatan
M.A.master of arts
M.Hum.magister humaniora
Prof.profesor
K.H.kiai haji
Tn.tuan

Ny.nyonya
Sdr.saudara

Catatan:
Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.
14.b.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan.


Misalnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.
15.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.

Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Siapa nama Anda?
Surat Anda telah kami terima dengan baik.
16.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu. (Lihat contoh pada EYD pasal I B, I C, I E, dan II F15).
Read more ...