MENCARI BERKAH DARI AIR HUJAN

Senin, 01 Desember 2014
1.Hujan bisa digunakan untuk mendapat berkah dari Allah ta'ala atau bertabarruk dengan menyengaja diri kita agar terkena hujan, dan membuka sebagian pakaian kita agar terkena sebagian dari air hujan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عن أنس رضي الله عنه قال: ( أصابنا ونحن مع رسول الله صلى الله عليه وسلم مطر، قال: فحسر رسول الله صلى الله عليه وسلم ثوبه حتى أصابه من المطر. فقلنا: يا رسول الله لم صنعت هذا؟ قال: لأنه حديث عهد بربه تعالى) رواه مسلم

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:”Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertimpa hujan, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka pakaian beliau sampai (tubuh beliau) terkena sebagian air hujan.”Maka kami berkata:”Ya Rasulullah, kenapa anda melakukan hal itu?” Beliau menjawab:”Karena sesungguhnya dia (hujan) adalah baru dari Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala .” (HR. Imam Muslim)

Maksud dari sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam لأنه حديث عهد بربه تعالىkarena sesungguhnya dia (hujan) adalah baru dari Rabbnya adalah bahwasanya hujan itu diciptakan oleh Allah ketika turun, itu berarti hujan itu adalah rahmat dari Allah karena dekatnya antara waktu penciptaannya dengan waktu turunnya. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengaharap berkah dari Allah dengan turunnya hujan itu. Hal itu sebagaimana penjelasan para ulama terhadap hadits tersebut di dalam syarah shahih Muslim. Wallahu A‘lam

2.Mengucapkan dzikir atau doa ketika turun hujan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika turun hujan beliau mengusapkan:

( مُطِرْنَا ِبفَضْلِ اللهِ وَرَحْمِتِهِ )

“Kami dikaruniai hujan karena kemurahan Allah dan rahmat-Nya”

Sebagaimana terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari sahabat Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu

Dan juga beliau mengucapkan doa:

( اَللّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً)

“Ya Allah jadikanlah (hujan ini) hujan yang bermanfaat.”

Sebagaimana hadits shahih dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah.  · 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar