Sinopsis The Hunger Games: Mockingjay Part 1 dan 2:

Rabu, 04 Februari 2015
Katniss Everdeen, Prim (adiknya) dan teman-temannya Finnick Odair serta Gale Hawthorne merasa enggan menyesuaikan diri dengan kehidupan yang sangat kaku di bawah tanah, Distrik 13. Tempat ini menjadi markas ujung tombak pemberontakan di Panem. Katniss setuju untuk berperan menjadi “The Mockingjay”—simbol pemberontakan—tapi hanya dengan syarat Presiden Distrik 13 Alma Coin berjanji untuk memberikan kekebalan kepada semua peserta Hunger Games di mana lalu, termasuk Peeta Mellark, Annie Cresta (kekasih Finnick), serta diizinkan secara pribadi untuk membunuh Presiden Panem, Presiden Snow jika para pemberontak berhasil menangkapnya. Katniss ditugaskan untuk membintangi film propaganda yang disebut Propos. Katniss merasa tidak senang karena tidak terlibat dalam pertempuran yang sebenarnya, tragis melibatkan pemboman sebuah rumah sakit di Distrik 8.

Sementara itu, Peeta ditahan oleh Capitol dan dipaksa untuk menjelek-jelekan Katniss dan para pemberontak di acara televisi. Namun, di suatu siaran, Peeta malah memaparkan rencana kejutan Capitol yang akan mengebom Distrik 13. Pihak Capitol “membajak” pikiran Peeta dengan cara ditanami tracker jacker beracun sehingga Peeta menjadi sangat membenci dan paranoid terhadap Katniss.  Segera setelah itu, Distrik 13 sukses melakukan upaya penyelamatan terhadap para peserta Hunger Games, termasuk Peeta dan Annie. Tapi Peeta berusaha membunuh Katniss saat mereka bertemu kembali. Terapi dapat memperbaiki kondisi psikologis Peeta dari waktu ke waktu, tapi ia tetap dalam kondisi hilang ingatan dan cenderung menjadi tidak ramah terhadap Katniss.

Distrik 13 merayakan pernikahan Finnick dan Annie. Gale mengajukan strategi kontroversial untuk membom Distrik 2 dan menyalahkan Capitol. Mereka menyiapkan kampanye final melawan Capitol. Katniss dan tim Propo dikerahkan untuk melakukan tugas sepela ke Capitol dengan Peeta ikut di dalamnya. Presiden Coin bermaksud mengantisipasi keberadaan Katniss yang dibutuhkan lagi jika perang sudah berakhir. Coin yang tidak percaya terhadap Katniss berharap Katniss dibunuh oleh Peeta yang kondisinya tidak stabil. Komandan tim, Boggs terbunuh. Katniss mengambil alih dan meyakinkan yang lain bahwa mereka sedang berada di sebuah misi rahasia untuk membunuh Presiden Snow. Sementara itu, terjadi perang kota yang masif yang melibatkan permainan Hunger Games, seperti monster dan perangkap-perangkap. Banyak rekan Katniss yang tewas, termasuk Finnick. Katniss masuk sendiri menuju rumah Presiden Snow yang dikelilingi oleh anak-anak pengungsi Capitol yang digunakan sebagai tameng untuk melindungi Snow. Saat Katniss mencapai rumah, sebuah parasut turun ke arah anak-anak dan meledak. Para petugas medis dari pasukan pemberontak berusaha membantu anak-anak yang terluka, namun parasut lanjut meledak lagi, menewaskan Prim dan membuat Katniss menjadi sangat murka.

Selama masa penyembuhan, Katniss menjadi sangat stres atas kematian adik perempuannya. Para pemberontakan telah memenangkan perang, dan Katniss bersiap untuk membunuh Presiden Snow dalam suatu eksekusi. Snow yang menunggu eksekusi memberitahu bahwa Coin lah yang mengatur kematian Prim. Ia mengingatkan Katniss bahwa mereka memiliki janji di masa lalu untuk tidak saling berbohong satu sama lain. Snow meyakinkan Katniss bahwa serangan bom udara itu tidak memiliki tujuan untuk menyelamatkan dirinya. Tiba-tiba Katniss menyadari dengan ngeri bahwa serangan pesawat pemboman (parasut) mirip dengan strategi pemboman Distrik 2 yang diajukan oleh Gale.

Saat Katniss mempertanyakan hal ini kepada Gale dan kemungkinan keterlibatannya, Gale hanya memberikan ketidakpastian. Katniss menjadi semakin curiga bahwa ada konspirasi di belakangnya.
Presiden Coin mengusulkan sebuah ide kepada sebagian peserta Hunger Games yang masih hidup, termasuk Katniss, untuk mendukung usulannya menghukum Capitol dengan cara seperti Capitol menghukum Distrik. Yakni mengadakan Hunger Games untuk anak-anak pemimpin Capitol. Sebelum Coin mengatur acara ini, tibalah hari eksekusi Snow dimana Katniss diberi hak untuk menjalan eksekusi. Saat bersiap melakukannya, Snow berkedip dan tesenyum, Katniss membuat keputusan sendiri dengan mengangkat busur dan menembak Presiden Coin hingga tewas. Katniss segera berusaha bunuh diri, namun Peeta menghentikannya. Situasi menjadi ricuh dan Katniss ditangkap.

Kemudian, Presiden Snow secara misterius ditemukan tewas. Katniss dibebaskan dari hukuman pembunuhan Coin dengan alasan kegilaan. Ia dipindahkan ke reruntuhan rumahnya, Distrik 12. Beberapa bulan kemudian, setelah semakin pulih, Peeta dan beberapa orang lainnya kembali ke Distrik 12. Gale bermukim di Distrik 2. Katniss memeluk Peeta. Ia mengakui kebutuhannya akan harapan dan cinta ada pada Peeta. Berbeda dengan Gale, ia merasakan bahwa apa yang ada pada Gale bisa ia temukan di dalam dirinya sendiri. Bersama Peeta, Katniss menulis buku yang penuh dengan kisah-kisah pengorbanan pada masa Hunger Games. Buku ini ditulis untuk merawat kenangan mereka yang sudah meninggal.

Dua puluh tahun kemudian, di akhir cerita, Katniss dan Peeta sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Hunger Games masih diadakan, tapi untuk kebaikan, bukan saling membunuh. Peeta masih sering trauma karena pernah dicuci otak. Anak-anak mempelajari keterlibatan orang tua mereka dalam permainan dan perang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar