GARA-GARA BUAH ANGGUR YANG MASAM

Senin, 17 November 2014
Guru kami, Syaikh Nashir al Jizany bercerita kepada kami ketika beliau mengisi kajian tentang definisi Ihsan. Beliau berkata,

Adalah seorang pemuda yang shalih dan miskin. Pemuda itu bekerja di sebuah perkebunan anggur yang sangat luas. Perkebunan itu milik seorang yang kaya raya dan terpandang. Suatu hari pemilik kebun itu atau sang majikan datang berkunjung ke kebun anggur miliknya untuk melihat-lihat kebunnya dan mengontrol para pekerjanya. Setelah melihat-lihat, maka sang majikan beristirahat. Sang majikan lalu memanggil salah seorang pekerjanya, yaitu si pemuda itu dan berkata kepadanya, “Wahai fulan!…Ambilkan saya buah anggur yang paling bagus kualitasnya dan manis!”

Kemudian si pemuda itu pergi mengambil buah anggur untuk majikannya. Tidak lama kemudian pemuda itu datang dengan membawa beberapa buah anggur untuk majikannya. Sang majikan lalu memakan buah anggur itu. Namun tiba-tiba sang majikan memuntahkan buah anggur yang dimakannya, dan berkata kepada pemuda itu dengan nada marah, “Buah anggur apa ini??! Rasanya masam dan tidak enak!! Sudah kukatakan ambil buah anggur yang paling bagus kualitasnya, tapi kenapa kamu ambil buah anggur yang masih mentah seperti ini??”

Pemuda itu berkata, “Maafkan saya tuan, saya sebenarnya tidak tahu mana anggur yang berkualitas baik dan mana yang jelek.”

Sang majikan berkata, “Bodoh kamu!! Sudah bertahun-tahun kamu kerja sama saya tapi tidak bisa membedakan mana yang bagus dan mana yang jelek! Ngapain saja kamu selama ini?”

Pemuda itu berkata lagi, “Maaf tuan, saya belum pernah memakan dan mencicipi buah anggur, jadi saya tidak bisa membedakan mana yang bagus dan mana yang jelek.”

Sang majikan berkata, “Kenapa kamu tidak pernah memakan buah anggur dan mencicipinya? Bukankah di kebun ini terdapat banyak buah anggur?”

Pemuda itu pun menjawab, “Maaf tuan…karena anggur2 ini bukan milik saya tuan, saya tidak berani memakannya…”

Mendengar jawaban si pemuda itu, maka sang majikan terkejut dan kagum dengan si pemuda itu, lalu sang majikan berkata kepada, “Tidak…tidak…!! Kalau begitu, kamu harus menikahi putri saya…Tidak boleh tidak!!”

Akhirnya pemuda itu mendapatkan istri yang cantik, kaya raya, dan baik, putri dari majikannya akibat dari akhlaknya yang baik. Subhanallah…  · 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar